Bersama Forkopimda, Dandim Bojonegoro dampingi Wawenag RI Kunjungan ke Ponpes Al Rosyid

 

LENSAJATIM ꞁꞁ       Bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Arm Arif Yudo Purwanto, turut mendampingi silaturahmi Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si. ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Rosyid Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Jawa Timur, Jum'at (4/2/2022) sore.

Pimpinan Ponpes Al- Rosyid, KH. Alamul Huda, menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia yang bisa memberikan motivasi para Santri untuk semangat menuntut ilmu di Pondok Pesantren.

Pihaknya menjelaskan bahwa Ponpes Al Rosyid bergerak dibidang agama, serta memiliki hampir 1.300 murid, 141 pengajar dan 17 Dosen. Sehingga, diharapkan dengan adanya kunjungan tersebut, membawa berkah bagi seluruh Ponpes diwilayah Kabupaten Bojonegoro.

"Kami bercita-cita semoga murid dan santri menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama. Serta kelak bisa menjadi pengganti beliau-beliau yang ada di pemerintahan dan di jalan yang benar," ujarnya.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Agama RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas sambutan hangat ini. Karena sambutan ini dirinya meras lebih tenang, dan lebih berenergi lagi.

Pihaknya merasa bersyukur dan gembira, karena dengan berkunjung disini serasa kepingin kembali lagi menjadi Santri dan selamanya jadi santri. Karena dengan santri kita dapat menjadi lebih banyak mendapatkan ilmu dari para Kyai dan para Ulama.

"Banyak Santri yang menjadi pejabat, anggota TNI-Polri, pengusaha dan orang yang berguna. Semua harus bangga menjadi Santri, maka dari itu tuntutlah ilmu setinggi mungkin di Pesantren. Karena di Pesantren, banyak diajarkan nilai-nilai yang berguna bagi kehidupan," ungkapnya.

Dari BNPT, 198 pesantren yang terpapar faham terorisme ekstrimisme, radikalisme untuk melakukan tabayun dan konfirmasi atas apa yang di klaimkan oleh BNPT, ternyata tidak semua itu pesantren. Sekarang ini banyak perkumpulan yang menyerupai pesantren, yang didalamnya tidak mengajarkan tentang kebaikan, dan menyimpang dari akidah Islamiah.

Pemerintah memberikan perhatian yang cukup besar pada Pondok Pesantren, seperti tanggal 22 Oktober menjadi Hari Santri Nasional (HSN). Di seluruh Indonesia, pemerintah memberikan penghargaan bagi para Ulama, Santri dan Suhadak dan telah mengsahkan UU tentang Pesantren dan Perpres Nomor 25 tahun 2001 tentang Pondok Pesantren yang isinya pemerintah daerah dapat membantu Pondok Pesantren.

"Sehingga, Kemennag akan terus mengembangkan Pondok Pesantren agar menjadi lebih baik, lebih kuat lagi baik dari segi apapun," kata Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si.(Pendim/Red)