Evakuasi WNI dari Sudan, TNI-AU kerahkan Boeing-737


LENSAJATIM || TNI Angkatan Udara (TNI AU) berhasil melakukan evakuasi terhadap 110 warga negara Indonesia (WNI) dari Port Sudan, Rabu (26/4). Ratusan WNI tersebut kemudian diterbangkan menuju posko evakuasi pemerintah Indonesia yang berada di Jeddah Arab Saudi menggunakan pesawat Boeing-737 dengan tail number A-7305 milik TNI AU.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau), Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah, dalam keterangannya yang diterima redaksi IDM menjelaskan, evakuasi kali ini berjalan dengan aman dan lancar. Lancarnya proses evakuasi tidak terlepas dari kerja sama dan koordinasi yang baik dari berbagai pihak seperti Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Mabes TNI, KBRI di Sudan, kru pesawat B-737 A-7305, dan Konjen RI di Jeddah.

“Alhamdulillah pada Rabu kemarin, evakuasi WNI dapat berjalan dengan lancar. Ini merupakan tahap pertama, yang akan dilanjutkan dengan beberapa tahap berikutnya dalam sorties penerbangan dari Port Sudan ke Jeddah,” jelas Indan.

Sebelum dilakukan evakuasi, ratusan WNI terjebak dalam situasi perang saudara dan konflik bersenjata di Sudan yang melibatkan militer serta paramiliter Sudan. Instabilitas keamanan di negeri tersebut kemudian membuat pemerintah Indonesia melakukan evakuasi terhadap ratusan WNI untuk melindungi mereka.

Evakuasi rencananya dilakukan melalui dua tahap, di mana 110 WNI yang diterbangkan ke Jeddah oleh TNI AU merupakan para WNI yang termasuk dalam evakuasi tahap kedua. Mereka selanjutnya akan diterbangkan dari Jeddah menuju tanah air dengan menggunakan beberapa pesawat komersial.

Sementara itu, pesawat TNI AU akan tetap berada di Jeddah untuk melaksanakan proses evakuasi lanjutan. Dalam misi evakuasi WNI dari Sudan kali ini, tim dipimpin oleh mission commander Kolonel Pnb Noto Casnoto dengan sejumlah personel lainnya yang meliputi kru pesawat, prajurit Satbravo-90 Kopasgat, tim medis/kesehatan, psikolog, BAIS TNI, Puspen TNI, dan staf Kemlu.

Secara umum, mereka yang tergabung dalam Satgas Evakuasi ini berjumlah 39 orang dan telah terbang menuju lokasi evakuasi sejak Selasa 25 April 2023.(*/Red)