Dandim Bojonegoro hadiri acara Ruwatan Murwakala Tahun 2023


LENSAJATIM || Bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro Letkol Arm Arif Yudo Purwanto, turut menghadiri acara Ruwatan Murwakala, di Wisata Khayangan Api Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, Rabu (19/7/2023).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro ini diikuti 154 peserta secara gratis, dan diiringi pagelaran wayang kulit dengan Dalang Ki Sunyoto.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, menyampaikan, kegiatan ruwatan ini adalah sebuah tradisi yang sudah lama berjalan. Jika dilihat dari sejarah sebelum Islam masuk, ada animisme dinamisme, dan itu masih turun temurun hingga saat ini. "Bagaimana kita berziarah dan berkirim doa kepada para leluhur, termasuk ada wali, sesepuh-sesepuh pendiri negara, itu juga bagian karena kita percaya," ujarnya.

Disampaikan juga oleh Bupati Bojonegoro, bahwa dua tahun lalu juga telah melakukan ruqyah untuk anaknya sebab memiliki anak pertama perempuan, kedua laki-laki, dan yang terakhir perempuan. Dalam tradisi Jawa hal itu disebut pancuran keapit sendang. "Saya juga melakukan itu, karena adanya istilah Pancuran Keapit Sendang," kata Anna Mu'awanah.

Dia berharap, Ruwatan Murwakal ini bisa masuk agenda Disbudpar setiap tahun, dan kedepannya dapat semakin bisa digelar dengan sakral. "Saya yakin hari ini juga sudah sangat sakral. Dengan niat yang positif, setelah dilakukan ruwatan ini saya yakin akan mengeluarkan energi-energi positif karena sugesti. Maka mari kita bersugesti yang positif sehingga energi-energi positif kita yang keluar, karena setiap manusia memiliki energi positif dan negatif," ujar Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah.

Kepala Disbudpar Bojonegoro, Budiyanto, mengatakan bahwa tujuan diselenggarakanya Ruwatan Murwakala tahun 2023, pertama untuk melestarikan dan aktualisasi adat budaya daerah Kabupaten Bojoengoro. Kedua, menumbuhkan rasa cinta terhadap seni tradisi dan budaya daerah. Dan ketiga untuk mengenalkan budaya ruwatan sebagai tradisi di Kabupaten Bojonegoro.

"Ruwatan massal ini juga bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat Bojonegoro agar bisa menyelenggarakan ruwatan murwakala," ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan kebijakan Bupati Bojonegoro memfasilitasi masyarakat untuk meruwat anak cucunya. Ruwatan ini tidak hanya di Bojonegoro, melainkan kebudayaan leluhur mulai masa Singasari, Majapahit sampai sekarang.

"Terbukti di candi-candi Singasari, yakni Candi Jago dan Candi Kidal, di sana ada relief yang menceritakan tentang ruwatan. Di Mataraman sekarang ada kitab-kitab centini kitab pedalangan, kitab nawaruci semua juga mengajarkan ruwatan di tanah Jawa ini. Maka ini adalah tradisi leluhur yang perlu kita lestarikan," tandas Budiyanto.(Pen/Red)