Disnakkan Bersama Satgas TMMD 129 Bojonegoro Berikan Layanan Kesehatan Hewan


BOJONEGORO, -   Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 tahun 2026 di Kabupaten Bojonegoro kembali membuktikan bahwa pengabdian prajurit tidak hanya sebatas membangun jalan atau dinding beton.

Di Dusun Kesongo, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, sentuhan humanis TNI merangkul langsung jantung perekonomian warga yakni kesehatan hewan ternak mereka.

Melalui kegiatan Pelayanan Terpadu Kesehatan Hewan (YANDUWAN) yang digelar berkolaborasi dengan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, antusiasme masyarakat pun pecah.

Dari target awal yang dipatok hanya 100 ekor, angka realisasi melonjak tajam hampir tiga kali lipat hingga mencapai 278 ekor ternak yang terdiri dari sapi, kambing, dan domba.

Pemandangan ini menjadi bukti betapa besarnya harapan, dan kebutuhan para peternak desa akan pendampingan medis bagi aset berharga mereka.

Bagi masyarakat pedesaan, ternak bukan sekadar hewan peliharaan, melainkan tabungan masa depan dan tumpuan hidup keluarga.

Menyikapi cuaca ekstrem yang tak menentu, tim gabungan bergerak cepat door-to-door dan membuka posko pelayanan kesehatan hewan secara holistik.

Berbagai tindakan medis serta pencegahan diberikan tanpa memungut biaya yang meliputi Pemberian Vitamin Spesifik, Khusus sapi betina pra-inseminasi, pasca-inseminasi, hingga masa kebuntingan guna menjaga mutu reproduksi.

Pemberian Obat Cacing & Vitamin, yang menyasar pedet (anak sapi) serta sapi jantan agar tumbuh kembangnya optimal. Pengobatan dan Penanganan Parasit, dengan memeriksa dan mengobati ternak yang terindikasi sakit serta membasmi serangan parasit.

Kemudian, Sterilisasi Lingkungan, dengan penyemprotan desinfektan di area kandang warga untuk memutus rantai penularan penyakit. Serta Edukasi dan Edu-sosiologi Peternakan yaitu pemberian pemahaman mengenai manajemen pakan yang bergizi, sanitasi kandang, kesehatan reproduksi, hingga sistem pencatatan ternak yang tertib.

Medik Veteriner Disnakkan Kabupaten Bojonegoro, Aris Eko Prasetyo, menjelaskan, aksi ini merupakan langkah preventif kru medis veteriner dalam mengantisipasi lonjakan risiko penyakit akibat ketidakstabilan iklim.

"Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan ternak masyarakat tetap sehat. Perubahan cuaca yang terjadi saat ini berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan maupun produktivitas ternak, sehingga pelayanan langsung seperti ini sangat diperlukan," ungkap Aris, Jum’at (7/8/2026).

Aris menambahkan, Dusun Kesongo sejatinya memiliki sekitar 118 ekor sapi sebagai sasaran utama. Namun, melihat tingginya harapan warga, jangkauan pelayanan langsung diperluas ke ternak kambing dan domba.

Ia juga menenangkan hati para peternak dengan memastikan bahwa pendampingan tidak akan berhenti saat TMMD usai. Petugas kesehatan hewan siap siaga merespons laporan warga kapan saja.

"Kami berharap masyarakat segera melapor apabila ternaknya menunjukkan tanda-tanda sakit. Semakin cepat ditangani, peluang ternak untuk pulih juga semakin besar," imbaunya.

Di sisi lain, Komandan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan, sasaran non-fisik seperti YANDUWAN ini memiliki bobot esensi yang sama pentingnya dengan pembangunan jalan atau jembatan.

"TMMD hadir tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membantu masyarakat melalui berbagai pelayanan. Kami berharap para peternak semakin peduli terhadap kesehatan ternaknya sehingga produktivitas meningkat dan berdampak pada kesejahteraan keluarga," jelas Lettu Ckm Purnomo.

Sinergi yang tercipta antara prajurit TNI, dinas terkait, dan peternak lokal di Desa Kesongo menghadirkan optimisme baru.

Saat hewan ternak sehat dan produktif, pendapatan keluarga meningkat, dan Senyum kesejahteraan pun mengembang di wajah para peternak Bojonegoro.

Manfaat kegiatan program dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dar Desa” tak sekadar dirasakan hari ini, melainkan menjadi pondasi kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.