Ansor Jatim menilai perbuatan tersebut telah melampaui batas kepatutan dalam berpendapat. Kritik terhadap MUI, ulama, maupun fenomena sound horeg adalah hal yang sah di ruang publik, namun penghinaan personal tidak dapat dibenarkan atas alasan apa pun.
Sikap tegas ini disampaikan langsung oleh Wakil Sekretaris PW GP Ansor Jawa Timur, Ahmad Zainuddin.
Pria yang akrab disapa Zainuddin ini menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam ketika marwah kiai direndahkan.
"Tidak boleh menggunakan perbedaan sikap sebagai alasan untuk merendahkan dan menghina pihak lain. Ansor Jatim setia dan patuh kepada ulama. Ketika ulama atau kiai Nahdlatul Ulama dinistakan di depan publik, kami tidak akan tinggal diam. Siapa pun orangnya, tindakan amoral seperti itu harus dilawan," tegas Zainuddin.
Kritik Boleh, Menghina Kiai Jangan
Menurut Zainuddin, menjaga kehormatan ulama merupakan bagian dari menjaga adab dan marwah kehidupan sosial.
Ia menekankan bahwa Ansor Jatim sama sekali tidak alergi terhadap kritik atau perbedaan pandangan, tetapi menolak keras narasi yang merendahkan martabat ulama.
Pentingnya adab: Ulama memiliki kedudukan penting dalam menjaga moral masyarakat.
Tolak normalisasi: Penghinaan terhadap ulama di ruang publik tidak boleh dianggap biasa.
"Silakan berbeda pendapat, silakan mengkritik. Tetapi jangan menghina kiai. Ulama memiliki kedudukan penting dalam menjaga moral masyarakat. Karena itu, penghinaan terhadap ulama di ruang publik tidak boleh dinormalisasi," ujarnya.
Soroti Mudarat Sound Horeg: Dari Erotisme hingga Miras
Selain membela kehormatan KH Ma’ruf Khozin, Ansor Jatim menyoroti banyaknya keluhan dari para alim ulama dan warga terkait dampak negatif sound horeg.
Pemerintah didesak untuk hadir dan mengambil tindakan tegas terhadap praktik yang melanggar ketertiban umum.
Zainuddin mengungkapkan, persoalan sound horeg bukan sekadar tingkat kebisingan yang mengganggu kenyamanan.
Berdasarkan laporan masyarakat, sejumlah kegiatan tersebut kerap disusupi praktik yang menyimpang dari norma sosial dan keagamaan.
| Isu Sound Horeg | Laporan & Catatan Ansor Jatim |
| Dampak Lingkungan | Mengganggu ketenangan dan ketertiban masyarakat. |
| Pelanggaran Norma | Sering diiringi aksi erotisme dan konsumsi minuman keras (miras). |
| Penegakan Hukum | Pemerintah & aparat diminta tak ragu menertibkan unit yang melanggar. |
"Penertiban bukan berarti mematikan kreativitas masyarakat, tetapi memastikan kebebasan tidak mengorbankan hak masyarakat lain untuk mendapatkan ketenangan dan kenyamanan," tambahnya.
Ansor Jatim Siap Backup Aparat
Menutup pernyataannya, Zainuddin menegaskan bahwa PW GP Ansor Jawa Timur siap mendukung penuh langkah aparat keamanan dalam menindak tegas para penyelenggara sound horeg yang melanggar aturan.
"Kami siap membantu aparat apabila masih gamang atau ragu mengambil tindakan terhadap pelaku sound horeg yang melanggar aturan. Ketertiban masyarakat harus menjadi kepentingan bersama," tegasnya.
Langkah ini menjadi bentuk komitmen utuh Ansor Jatim dalam menjaga marwah ulama, menjunjung adab dalam berdemokrasi, sekaligus memastikan ruang publik tetap aman dan tertib.
"Berbeda pandangan boleh. Kritik silakan. Tetapi menghina ulama jangan. Jaga adab, hormati ulama, dan tegakkan aturan," pungkas Zainuddin.(Red)
