Tanggul Sungai Glidik Jebol Diterjang Lahar Semeru, 117 KK di Lumajang Terisolasi dan Rumah Roboh


LENSAJATIM || LUMAJANG - Banjir lahar dingin Gunung Semeru kembali menerjang kawasan perbatasan Kabupaten Lumajang, dan Malang pada Senin (2/11/2026).

Musibah ini merusak tanggul penahan aliran Sungai Glidik di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Dampak dari jebolnya tanggul tersebut cukup parah. Aliran luapan lahar memutus akses jalan keluar-masuk bagi 117 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di Dusun Tamansari.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, derasnya terjangan banjir lahar juga merobohkan tiga rumah warga di Dusun Tamansari hingga ambruk.

Selain itu, sedikitnya 10 rumah warga lainnya kini berada dalam kondisi terancam dan berpotensi mengalami kerusakan serupa jika banjir lahar susulan kembali terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengonfirmasi bahwa Desa Purorejo menjadi salah satu titik yang mengalami dampak terhebat dalam peristiwa ini.

“Jadi, kejadiannya sungguh di luar dugaan, khususnya Tempursari perbatasan Lumajang-Malang di aliran Kali Glidik. Itu paling parah, merusak tanggul dan rumah tergerus,” ujar Isnugroho saat memberikan keterangan di Lumajang, Selasa (3/11/2026).

Kendala Asesmen dan Akses Terputus

Hingga Selasa siang, tim BPBD Lumajang terus berupaya melakukan asesmen di lapangan guna menginventarisasi kerusakan infrastruktur serta mendata kebutuhan mendesak para warga terdampak.

Namun, proses penanganan di lapangan tidak berjalan mudah. Akses menuju lokasi terdampak di Kecamatan Tempursari saat ini belum bisa dilalui oleh kendaraan roda empat maupun alat berat akibat rusaknya jalur darat.

Kondisi geografis, dan medan yang terisolasi tersebut menjadi hambatan utama bagi petugas penanggulangan bencana untuk menjangkau lokasi secara menyeluruh.

“Ini langkah kita masih melakukan asesmen untuk penghitungan mana-mana yang rusak dan apa-apa yang dibutuhkan oleh warga,” tambah Isnugroho.

Meskipun banjir lahar ini merusak struktur tanggul, mengisolasi permukiman 117 KK, dan merobohkan bangunan rumah warga, BPBD mengonfirmasi bahwa hingga saat ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Pemerintah Daerah bersama unsur terkait terus berkoordinasi untuk membuka akses jalan dan menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak.(*/Red)