Cegah Berita Hoax, Kasdim 0813 Bojonegoro : Remaja Harus Mampu Mengidentifikasi Setiap Berita

 

LENSAJATIM ꞁꞁ       Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0813 Bojonegoro, Mayor Inf I Putu Gede Widarta, turut menghadiri kegiatan peningkatan literasi digital generasi milenial dengan tema "Pencegahan Berita Hoax" yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di SMAN 1 Bojonegoro, Kamis (8/9/2022).

Diungkapkan oleh Plt. Kepala Dinas Kominfo Bojonegoro, Nanang Dwi Cahyono, bahwa kegiatan ini dilaksanakan di 8 (delapan) titik, dan pada kesempatan pertama ini diikuti sebanyak 270 pelajar kelas XII. Dimana, mereka (pelajar) ini nantinya sangat dibutuhkan sebagai agen informasi penangkal hoax ditengah masyarakat.

"Kegaiatan ini diselenggarakan guna menangkal hoax di Bojonegoro, sekaligus juga untuk membekali para siswa agar mengetahui dan menangkal berita yang beredar di masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Anna Mu'awanah, yang hadir secara virtual berpesan pesan kepada para siswa bahwa masa depan masih panjang. Sebab, jenjang SMA sekarang sebagai penentu, memilih perguruan tinggi sesuai passionnya, yang selanjutnya untuk menentukan kerja.

Sehingga, para siswa ini diharapkan bisa membantu pemerintah baik dalam skala nasional maupun diwilayah Kabupaten Bojonegoro untuk menanggulangi dan mencegah adanya berita-berita hoax.

"Saat ini banyak sekali konten-konten yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Saya berharap, anak-anak bisa membantu pemerintah khususnya Kabupaten Bojonegoro," tuturnya.

Selain itu, Bupati Bojonegoro juga berpesan agar para siswa kerap melakukan diskusi ilmiah serta membantu membrantas hoax. Pasalnya, berita-berita hoax tersebut bisa menumbuhkan rasa benci, tidak simpatis dan bisa hopeless.

"Jika sudah tumbuh rasa hopeless, akan menjadi malas mengejar pendidikan. Maka lakukanlah diskusi positif bersama, untuk hal yang positif juga," tandas Bupati Anna Mu'awanah.


Disampaikan juga oleh Bupati Bojonegoro, bahwa saat ini Pemkab Bojonegoro sedang menyiapkan Dana Abadi Pendidikan berkelanjutan. Dimana, Perda tersebut dibawa ke Provinsi dan akan dibawa ke Kementerian. Dana abadi pendidikan tersebut, sangat cukup untuk digunakan di sektor perguruan tinggi.

Semua memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan manfaatnya. Dana abadi pendidikan ini, akan segera diselesaikan guna meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM). "Beasiswa LPDP itu membuka peluang untuk anak-anak yang akan sekolah di luar negeri. Kalo di Bojonegoro ada dana abadi pendidikan, maka teruslah bersemangat," kata Anna Mu'awanah.


Ditempat yang sama, Kasdim 0813 Bojonegoro, Mayor Inf I Putu Gede Widarta, memaparkan pengetahuan tentang pentingnya internet untuk memilih media sosial dan aplikasi serta penggunaannya secara baik, benar dan mendidik. Selain itu, juga disampaikan tentang hoax yaitu pemberitaan palsu atau informasi yang sesungguhnya tidak benar, akan tetapi dibuat seolah-olah menjadi benar.

Menurut Kasdim, Media Sosial (Medsos) yang baik merupakan kreatifitas yang menghasilkan, membangun relasi dan komunitas dari berbagai pengetahuan menolong orang yang empati. Remaja merupakan pengguna aktif dalam bermedia sosial, diharapkan para remaja tersebut mampu memilah mana berita benar dan mana berita bohong dengan cara mengindentifikasi setiap berita yang dibaca.

"Kemampuan dalam menganalisa berita hoax yang dilakukan oleh para pelajar tersebut, merupakan wujud keberhasilan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sehingga kegiatan seperti ini terus berkelanjutan, karena masih banyak remaja menerima informasi yang salah dan bahkan Informasi yang tahu tidak benar tetapi ikut terlibat di dalamnya," harap Mayor Inf I Putu Gede Widarta.(Pendim/Red)