Bukan Cuma Simpan Pinjam: Dekopinda Kediri Siapkan Gen Z Jadi Bos Koperasi Masa Depan


LENSAJATIM || KEDIRI - Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kediri mulai tancap gas menggembleng generasi muda untuk memegang tongkat estafet kepemimpinan koperasi. 

Lewat pelatihan pengenalan koperasi yang digelar di Aula Dinas Koperasi UKM Kabupaten Kediri pada Sabtu (12/9/2026), ratusan pemuda diajak membongkar stigma lama bahwa koperasi sebatas urusan pinjam-meminjam uang.

Ketua Dekopinda Kabupaten Kediri, Buat Santoso, menegaskan bahwa regenerasi menjadi kunci utama agar gerakan ekonomi kerakyatan ini tidak mati suri.

Generasi muda disiapkan bukan sekadar untuk menjadi anggota pasif, melainkan penggerak utama sektor ekonomi produktif.

“Ini tentang pelatihan generasi muda untuk memperkenalkan koperasi. Kami persiapkan generasi muda Kabupaten Kediri untuk ke depan menjadi pemimpin-pemimpin, khususnya tentang koperasi,” kata Buat Santoso di sela-sela kegiatan.

Buat menilai, masih banyak anak muda yang salah kaprah menganggap koperasi identik dengan bisnis simpan pinjam tradisional.

Padahal, ekosistem koperasi sangat luas dan fleksibel, mulai dari koperasi syariah, produsen, hingga konsumen yang relevan dengan tren bisnis masa kini.

“Koperasi adalah membangun ekonomi secara kerakyatan. Di sini ada kolaborasi, ada sosialnya, ada ekonominya,” tambahnya. Ia meyakini, jika dikelola dengan ide-ide kreatif ala anak muda, pertumbuhan ekonomi nasional bisa terakselerasi dari Kabupaten Kediri.

Peminat Meledak, Pelatihan Gelombang II Siap Digelar

Upaya Dekopinda menjaring darah muda ini rupanya mendapat sambutan hangat.

Panitia yang awalnya hanya menyediakan kuota untuk 100 orang, justru kewalahan menerima kedatangan peserta yang melampaui kapasitas ruang acara.

Tingginya antusiasme pemuda Kediri yang belum tertampung mendorong Dekopinda untuk merancang pelatihan gelombang kedua.

Pada tahap awal, peserta dibekali pemahaman dasar mengenai nilai dan keunggulan kolaboratif koperasi.

Selanjutnya, mereka akan diarahkan pada materi yang lebih teknis, seperti pemetaan peluang usaha dan strategi pengembangan bisnis secara kolektif.

Langkah ini diharapkan tak sekadar menambah jumlah anggota, tetapi juga memastikan lahirnya inovator-inovator baru yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan koperasi di masa depan.(Red)