Dipimpin langsung Ketua MUI Kabupaten Bojonegoro, pengukuhan ini disaksikan jajaran Forkopimda, Kapolres Bojonegoro, pimpinan OPD, serta para tokoh agama setempat.
Dalam arahannya, Wabup Nurul Azizah menegaskan pentingnya posisi ulama di tingkat kecamatan sebagai barometer keamanan dan penguat moral.
MUI diharapkan terus memposisikan diri sebagai jisyru al-umah—jembatan kokoh yang menghubungkan masyarakat, ulama, dan pemerintah.
"Pengurus MUI Kecamatan adalah cermin suksesnya Bojonegoro dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Kebersamaan antara ulama, umara, dan aparat keamanan adalah kunci mewujudkan daerah yang damai dan kondusif," ungkap Nurul Azizah.
Momen pengukuhan ini juga menandai era baru MUI Bojonegoro yang makin adaptif dan modern. Langkah pembaharuan ditandai lewat:
Digitalisasi Pelayanan: Peluncuran situs resmi
www.muibojonegoro.or.iduntuk memperluas jangkauan dakwah.Standardisasi Kerja: Sosialisasi buku panduan tata kelola organisasi agar pelayanan masyarakat lebih terstruktur.
Perlindungan Sosial: Dorongan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pengurus MUI Kecamatan.
Fokus Generasi Muda: Penguatan pembinaan moral dan penyiapan solusi atas persoalan sosial lokal.
Melalui kepengurusan baru ini, kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Bojonegoro kian solid mengawal pembangunan daerah agar tetap berada di atas landasan nilai keagamaan dan kemaslahatan bersama.(Ira/Red)
.jpg)